Khutbah Jumat : Syukkur Atas Kebersamaan, Sabar Menghadapi Perpisahan

MATERI KHUTBAH JUMAT 30 OKT 2026
SYUKUR ATAS KEBERSAMAAN, SABAR MENGHADAPI PERPISAHAN

Oleh : Mabsus Abu Fatih, S.Pd

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِيَدِهِ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَبِيَدِهِ أَزِمَّةُ الْأُمُورِ كُلِّهَا، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Segala Puji milik Allah atas segala nikmat Allah berikan. 

Sholawat dan salam semoga terlimpah pada Baginda Rasulullah.

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, karena taqwa adalah bekal di dunia di kala menghadapi kesulitan dan akan menjadi jalan Kebagusan di akhirat dengan masuk ke dalam syurga dan dijauhkan dari neraka.

Hari ini, kita berkumpul di tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan. Di masjid ini, mungkin ada di antara kita yang pernah bersujud ketika hati sedang gembira, berdoa ketika menghadapi kesulitan, bahkan menangis dalam diam memohon pertolongan Allah.

Di luar masjid ini, kita pernah bekerja, berjuang, bercanda, dan mungkin pernah sedikit berselisih karena persoalan pekerjaan.

Kita datang dari berbagai latar belakang, tetapi dipertemukan oleh satu ikhtiar: mencari nafkah halal untuk diri sendiri dan keluarga.

Namun, hari ini kita menghadapi kenyataan yang tidak mudah. Kita harus menerima bahwa tempat ini tidak lagi menjadi wasilah kita dalam mencari rezeki Allah.

Boleh jadi. Jumat ini terakhir kita sholat Jum'at di masjid yang mulia ini.

Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar berakhirnya pekerjaan, tetapi perubahan besar dalam kehidupan. 

Ada cicilan yang masih berjalan, biaya sekolah anak, kebutuhan orang tua, dan keluarga yang menunggu nafkah di rumah.

Ada yang telah bekerja belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Ada yang mengawali pekerjaan ketika masih muda dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di tempat ini.

Hari ini, mungkin kita bertanya dalam hati:

Setelah ini, ke mana langkah kita?

Bagaimana nasib keluarga kita?

Apakah kita masih bisa mendapatkan pekerjaan?

Bagaimana jika usia semakin bertambah, sementara kesempatan kerja semakin terbatas?

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Jika pertanyaan itu hadir dalam hati kita, ketahuilah bahwa kita manusia biasa. Merasa sedih bukan berarti tidak beriman. Merasa takut menghadapi masa depan bukan berarti tidak bertawakal.

Bahkan Rasulullah ﷺ pun pernah bersedih menghadapi berbagai peristiwa berat dalam kehidupan beliau.

Yang harus kita jaga adalah jangan sampai kesedihan membuat kita berputus asa dari rahmat Allah. Jangan sampai ketidakpastian masa depan menghilangkan keyakinan kita kepada Allah Yang Maha Mengatur kehidupan.

*Ingatlah, pekerjaan boleh berakhir, tetapi Allah tidak pernah berhenti memberi rezeki.*

Perusahaan hanyalah salah satu jalan kita mencari nafkah. Adapun yang menentukan dan memberikan rezeki adalah Allah SWT. Ketika satu pintu tertutup, Allah Mahakuasa membukakan pintu-pintu lainnya.

Karena itu, jangan kehilangan harapan kepada-Nya.

*PERTAMA: BERSABARLAH, KARENA KEHIDUPAN MEMANG TEMPATNYA UJIAN*

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kehidupan dunia bukanlah tempat menikmati kesenangan tanpa ujian. Dunia adalah tempat manusia diuji, sementara akhirat adalah tempat menerima balasan atas amal perbuatan.

Allah SWT berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, 'Kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. Al-Baqarah: 214).

Perhatikan ayat ini, jamaah sekalian.

Allah mengingatkan bahwa jalan menuju surga tidak terlepas dari ujian. Bahkan para nabi dan orang-orang beriman terdahulu mengalami penderitaan dan kesulitan yang luar biasa.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Apa yang kita alami hari ini mungkin menjadi ujian keimanan kita. Dan Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa seorang mukmin selalu memiliki kebaikan dalam setiap keadaan.

Beliau bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkaranya adalah kebaikan baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Jika ditimpa kesulitan, ia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya." (HR. Muslim).

Betapa indahnya ajaran Islam. Dalam keadaan apa pun, seorang mukmin memiliki kesempatan memperoleh pahala.

Ketika mendapatkan pekerjaan dan penghasilan, ia bersyukur. Ketika kehilangan pekerjaan dan menghadapi kesulitan, ia bersabar.

Sabar bukan berarti tidak boleh menangis atau bersedih. Sabar juga bukan berarti pasrah tanpa berusaha.

Maka, jangan sampai kehilangan pekerjaan membuat kita kehilangan kesabaran. Jangan sampai kesulitan ekonomi mendorong kita mengambil jalan yang haram. Dan jangan sampai kekecewaan membuat kita menyalahkan takdir Allah.

Tetaplah menjadi mukmin yang kuat.

*KEDUA: JADIKAN UJIAN INI MOMENTUM UNTUK LEBIH DEKAT KEPADA ALLAH*

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sering kali kesibukan dunia membuat manusia kurang memiliki waktu untuk mendekat kepada Allah.

Pagi bekerja, sore pulang, malam beristirahat. Begitu seterusnya. Bahkan mungkin ada yang sampai melalaikan dan meninggalkan salat, jarang membaca Al-Qur'an, dan hanya berdoa ketika menghadapi kesulitan. Termasuk kewajiban yang sering dilakukan adalah menuntut ilmu agama yang tidak gugur dengan sibuknya kita bekerja. Serta kewajiban berdakwah memperbaiki Masyarakat. 

Maka, jadikan keadaan ini sebagai momentum memperbaiki hubungan kita dengan Allah.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۝ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." (QS. At-Talaq: 2–3).

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mari kita perbaiki salat, hidupkan kembali kebiasaan membaca Al-Qur'an, perbanyak istigfar, doa, dan selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Perbaiki pula hubungan dengan orang tua, pasangan, anak-anak, dan sesama manusia.

Sebab, tujuan hidup kita bukan sekadar bekerja sampai pensiun, memiliki rumah, kendaraan, dan penghasilan yang cukup. Tujuan terbesar kita adalah mendapatkan rida Allah dan meraih surga-Nya.

*KETIGA: TINGKATKAN KEMAMPUAN DIRI, JANGAN BERGANTUNG PADA SATU KEAHLIAN*

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan kemampuan untuk bekerja

Karena itu, jangan berhenti meningkatkan kemampuan diri.

Jika selama ini hanya menguasai satu bidang, mulailah mempelajari bidang lain. Tingkatkan kemampuan teknis, komunikasi, administrasi, teknologi, atau keterampilan berwirausaha.

Jangan merasa terlalu tua untuk belajar. Pengalaman puluhan tahun justru dapat menjadi modal berharga untuk memulai kembali.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ.

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau merasa lemah." (HR. Muslim).

Perhatikan pesan Rasulullah ﷺ:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ

"Bersungguh-sungguhlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu."

Maka, jangan hanya mempersiapkan diri untuk satu pintu pekerjaan. Tingkatkan kemampuan agar ketika satu pintu tertutup, kita masih memiliki bekal untuk memasuki pintu-pintu yang lain.

*KEEMPAT: PERKUAT IKHTIAR, JANGAN MUDAH MENYERAH*

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Selain meningkatkan kemampuan, kita juga harus memperkuat ikhtiar.

Jangan hanya menunggu kesempatan datang. Jemputlah kesempatan itu dengan usaha yang sungguh-sungguh.

Saya memiliki seorang teman yang pernah mengalami keadaan serupa. Ia berusaha mendapatkan pekerjaan dengan mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan. Jumlahnya bukan hanya beberapa tempat, bahkan sampai sekitar seratus tempat.

Ia tidak berhenti berusaha. Sampai akhirnya, Alhamdulillah, ia mendapatkan pekerjaan di tempat lain.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil?

Jangan mudah menyerah hanya karena beberapa lamaran belum mendapatkan jawaban. Jangan berhenti berusaha hanya karena satu atau dua kesempatan belum berhasil.

Kita tidak pernah tahu, dari sekian banyak pintu yang kita ketuk, pintu mana yang akan Allah bukakan.

Tentu, usaha harus disertai doa, kesungguhan, dan strategi yang baik. Perbaiki CV, perluas informasi lowongan, manfaatkan pengalaman, dan kirimkan lamaran ke tempat-tempat yang sesuai dengan kemampuan kita.

Ingatlah, tawakal bukan berarti menunggu tanpa usaha. Tawakal adalah menggantungkan hati kepada Allah, sambil terus melakukan ikhtiar yang halal dan sungguh-sungguh.

*KELIMA: PERLUAS SILATURAHMI DAN JARINGAN PERTEMANAN*

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperluas jaringan pertemanan dan silaturahmi.

Karena itu, jangan membatasi pergaulan hanya pada lingkungan yang selama ini kita kenal.

Bisa jadi, ada teman yang mengetahui informasi lowongan pekerjaan. Ada kenalan yang membutuhkan tenaga kerja. Bahkan, mungkin ada orang yang membuka peluang usaha bersama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

"Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim).

*KEENAM : BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH*

Tetaplah berbaik sangka kepada Allah. bisa jadi apa yang kita hadapi hari ini adalah jalan kebaikan kita di masa mendatang. 

Allah berfirman di dalam hadis qudsi.

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku" 
( HR Bukhari (no. 6970/7405) serta Imam Muslim (no. 2675) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

Berbaik sangkalah kepada Allah, agar Allah menyiapkan takdir terbaik untuk kita.

*KETUJUH : PERBANYAK DOA* khususnya doa yang diajarkan Rasulullah.

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal dari yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karunia-Mu selain dari yang lainnya."
(Hadis Riwayat Tirmidzi no. 3548)

Semoga apa yang kita alami saat ini, membuat kita lebih sabar, lebih mendekatkan diri kepada Allah, terus berupaya meningkatkan kemampuan, dan tetap berbaik sangka kepada Allah.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita tutup khutbah ini dengan doa.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ، وَأَبْوَابَ رِزْقِكَ، وَأَبْوَابَ فَضْلِكَ، وَيَسِّرْ لَنَا أُمُورَنَا، وَفَرِّجْ هُمُومَنَا، وَنَفِّسْ كُرُوبَنَا.

اللَّهُمَّ مَنْ فَقَدَ مِنَّا عَمَلَهُ فَعَوِّضْهُ خَيْرًا مِنْهُ، وَمَنْ ضَاقَ رِزْقُهُ فَوَسِّعْ عَلَيْهِ رِزْقَهُ، وَمَنْ أَحَاطَتْ بِهِ الْهُمُومُ فَأَنْزِلْ عَلَيْهِ سَكِينَتَكَ وَرَحْمَتَكَ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَارْزُقْنَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ.

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَاجْعَلْنَا عَوْنًا لِبَعْضِنَا عَلَى الْخَيْرِ، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا سَبَبًا لِفُرْقَتِنَا، وَارْزُقْنَا الصَّبْرَ وَحُسْنَ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Khutbah Jumat : Syukkur Atas Kebersamaan, Sabar Menghadapi Perpisahan"

Posting Komentar

Terima kasih berkenan memberikan komentar