Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Wafat Menurut Islam

Ilustrasi anak yang sedih orang tuanya wafat

Oleh : Mabsus AF


Tidak sedikit anak yang baru beringinan berbuat baik atau melakukan birrul walidain ketika salah satu atau kedua orang tuanya telah berpulang menghadap Allah Ta’la. Mereka merasa sudah terlambat, karena mengira tidak bisa lagi berbakti kepada orang tua.Padahal, seorang anak tetap bisa menunjukkan bakti meski orang tua sudah wafat.

Berbuat baik kepada kedua orang tua adalah perintah Allah Ta’ala. Bahkan, dalam banyak ayat, perintah berbakti kepada orang tua sering disandingkan langsung dengan perintah bertauhid, yang menegaskan betapa agung kedudukannya.

Allah  berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..." (QS. An-Nisa': 36)

Ketika orang tua telah wafat, anak memang sudah tidak bisa lagi menunjukkan ketaatan secara langsung, atau memperlihatkan kelembutan, kesantunan, dan ketawadhuan di hadapan mereka. Anak juga tidak bisa lagi memberikan nafkah atau bantuan materi secara langsung.

Namun demikian, masih banyak cara untuk tetap berbakti kepada kedua orang tua yang telah tiada. Di antaranya:

1. Memuliakan Kerabat dan Teman Orang Tua.

Salah satu bentuk bakti adalah menjaga silaturahmi dengan orang-orang yang dekat dengan orang tua, seperti sahabat dan kerabatnya. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah ﷺ :

إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ

"Sesungguhnya bakti yang paling utama adalah ketika seseorang menyambung tali silaturahmi dengan keluarga (teman) ayahnya." (HR. Muslim)

2. Mendoakan Mereka

Doa adalah hadiah. Bahkan boleh jadi hadiah terindah yang bisa dipersembahkan seorang anak untuk orang tuanya.

Allah   memerintahkan kita untuk mendoakan orang tua, sebagaimana doa Nabi Ibrahim :

 رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

"Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)." (QS. Ibrahim [14]: 41)

3. Melunasi Utang-Utang Mereka

Ini merupakan bentuk birrul walidain yang sangat utama. Rasulullah  bersabda:

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

"Jiwa seorang mukmin tergantung dengan utangnya hingga utang itu dilunaskan." (HR. Tirmidzi, hasan)

Karena itu, seorang anak tidak boleh membiarkan jiwa orang tuanya tergantung akibat utang yang belum terlunasi semasa hidupnya.

4. Bersedekah dan Menunaikan Wasiat

Bersedekah dengan niat pahalanya untuk orang tua yang telah wafat adalah amalan yang disyariatkan dan pahalanya akan sampai kepada mereka.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah :

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ

"Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal secara tiba-tiba, dan aku yakin seandainya ia sempat berbicara pasti ia akan bersedekah. Apakah ia mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya?" Beliau menjawab: "Ya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

5. Menjaga Nama Baik dan Kehormatan Keluarga

Perilaku anak adalah cerminan dari didikan orang tua. Menjaga diri dan keluarga dari perbuatan keji dan mungkar adalah bentuk bakti yang turut menjaga nama baik mereka. 

Allah   berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di surga) dan Kami tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka." (QS. Ath-Thur [52]: 21)

Ayat ini memberikan isyarat kuat bahwa kesalehan anak akan mengangkat derajat orang tua di akhirat.

6. Menjalankan Ibadah Haji atau Umrah untuk Mereka

Jika orang tua belum menunaikan kewajiban haji, anak yang telah haji untuk dirinya sendiri, boleh menghajikan orang tuanya. Rasulullah bersabda:

نَعَمْ، حَجَّ عَنْ أَبِيكَ وَاعْتَمِرْ

"Ya, berhajilah untuk ayahmu dan berumrahlah." (HR. Abu Daud dan An-Nasa'i, shahih)

Dalam riwayat lain, seorang wanita juga bertanya tentang haji untuk ibunya yang telah wafat, dan Nabi memerintahkannya untuk menghajikannya.

Bagaimana, sahabat? Masih bingung cara berbakti kepada kedua orang tua yang sudah tiada?

Semoga Allah   menjadikan kita anak-anak yang saleh dan salehah bagi kedua orang tua kita. Semoga pula kita dikaruniai anak-anak yang berbakit kepada kita, baik ketika kita masih hidup maupun setelah kita wafat.

 

Kota Ahlaqul Karimah, 

02 Oktober 2025

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Wafat Menurut Islam"

Posting Komentar

Terima kasih berkenan memberikan komentar