Teman Shalih adalah Salah Satu Kunci Kebahagiaan
Oleh : Mabsus AF
Memiliki teman shalih adalah salah satu kunci kebahagiaan di antara berbagai macam kunci kebahagiaan.
Syaikh Abu ‘Ali al-Hasan bin ‘Ali al-Jaujazaniy rahimahullah, salah seorang ulama Ahlussunnah wal Jamaah, di abad ke-4 Hijriyah, pernah menyampaikan:
مِنْ عَلَامَاتِ السَّعَادَةِ عَلَى الْعَبْدِ: تَيْسِيرُ الطَّاعَةِ عَلَيْهِ، وَمُوَافَقَةُ السُّنَّةِ فِي أَفْعَالِهِ، وَصُحْبَتُهُ لِأَهْلِ الصَّلَاحِ، وَحُسْنُ أَخْلَاقِهِ مَعَ الْإِخْوَانِ، وَبَذْلُ مَعْرُوفِهِ لِلْخَلْقِ، وَاهْتِمَامُهُ لِلْمُسْلِمينَ، وَمُرَاعَاتُهُ لِأَوْقَاتِهِ.
“Di antara tanda orang bahagia adalah: Pertama, dimudahkan baginya untuk menjalani ketaatan; kedua, senantiasa menyelaraskan amalan-amalan sunah dalam perbuatan sehari-harinya; ketiga, bersahabatnya ia dengan orang-orang baik; keempat, berakhlak baik terhadap saudara-saudaranya; kelima, perjuangannya dalam mengupayakan kebaikan bagi segenap makhluk; keenam, perhatiannya terhadap kaum muslimin; dan ketujuh, penjagaannya terhadap waktu.” (Al-I’tisham, Imam asy-Syatibi, 2/152)
Lihatlah point ketiga dari kunci kebahagiaan yang beliau sampaikan. Bersahabat dengan orang-orang baik adalah salah satu kunci kebahagiaan.
Baginda Nabi SAW dalam riwayat Ibnu Hibban, juga pernah bersabda;
أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيُّ.
“Ada empat perkara termasuk kebahagiaan; istri yang shalihah, tempat tinggal yang lapang, atau tetangga yang baik dan kendaraan yang nyaman.”
Istri atau pasangan hidup dan tetangga yang disebutkan nabi menjadi salah satu kunci kebahagiaan adalah teman bahkan yang paling dekat dengan kehidupan seseorang. Maka wajar jika memiliki teman yang shalih atau teman yang baik akan mendatangkan kebahagiaan.
Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda,:
«إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً».
"Perumpamaan teman bergaul yang saleh dan teman bergaul yang buruk adalah bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi itu antara dia akan memberimu atau engkau akan membeli darinya, atau paling tidak engkau bisa mendapatkan darinya aroma yang wangi. Sedangkan pandai besi, bisa jadi dia akan membakar pakaianmu atau engkau akan mendapatkan aroma tidak sedap darinya." (Sahih Muslim, 2628)
Lebih dari itu, di akhirat kelak teman yang jahat akan menjadi musuh.
Allah subhanahu Wata'ala berfirman:
اَلۡاَخِلَّآءُ یَوۡمَئِذٍۭ بَعۡضُہُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الۡمُتَّقِیۡنَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa” (Az-Zukhruf [43]:67)
Berkaitan dengan ayat tersebut, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H menyampaikan tafsirannya sebagai berikut:
67. teman-teman akrab pada hari kiamat yang saling berteman dalam kekufuan,pendustaan, dan kemaksiatan, “sebagiannya menjadi musuh bagi sebagaian yang lain,” karena persahabatan dan saling mencintai di antara mereka di dunia bukan karena Allah, sehingga berubah menjadi permusuhan pada hari kiamat, “kecuali orang-orang yang bertakwa,” yang menjaga diri dari kesyirikan dan kemaksiatan, cinta mereka abadi dan menyatu dengan keabadian cinta karena Allah.
Sementara di dalam tafsir Ash-Shaghir, Fayiz bin Sayyaf As-Sariih menyampaikan:
Teman-teman akrab} teman-teman dan kekasih {pada hari itu} pada hari kiamat {saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa
Sementara itu di dalam Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah menyampaikan:
67. Orang-orang yang saling berteman dan saling bersahabat di dunia hanya atas dasar urusan dunia dan permainannya saja kelak pada hari kiamat akan saling membenci satu sama lain. Kecuali orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang senantiasa taat dan menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Mereka saling mencintai karena Allah semata, merekalah orang-orang yang setia satu sama lain dan sahabat sejati. Ayat ini turun untuk Umayyah bin Khalf Aljumahi dan Uqbah bin Abi Mu’ith dua orang yang saling berteman karib. Mereka bersepakat dan satu misi untuk menyakiti/melukai Nabi SAW, namun mereka berdua terbunuh dalam perang Badr.
Semua ini menunjukkan betapa pentingnya teman, khususnya teman yang shalih. Dan terkhusus lagi teman shalih dalam dakwah.
Allahu a'lam
Kota Akhlaqul Karimah
01 Oktober 2025
Mabsus AF

0 Response to "Teman Shalih adalah Salah Satu Kunci Kebahagiaan"
Posting Komentar
Terima kasih berkenan memberikan komentar