5 Cara Membebaskan Diri Dari Hutang
Oleh : Mabsus AF
Hutang adalah salah satu masalah yang sering kali menjerat kehidupan seseorang—baik secara finansial maupun spiritual. Dalam Islam, hutang bukan hanya urusan dunia, tapi juga berimplikasi pada kehidupan akhirat. Rasulullah SAW sendiri pernah menyebut bahwa orang yang meninggal dalam keadaan masih berhutang, rohnya tertahan sampai hutangnya dilunasi (HR. Tirmidzi).
Banyak orang merasa tertekan, bingung, bahkan putus asa saat menghadapi tumpukan hutang. Berdasarkan nasihat dari K.H. Yasin Muthohhar, Mudir Ma'had al-Abqary, Serang - Banten, ada cara-cara spiritual dan praktis yang bisa ditempuh untuk terbebas dari lilitan hutang. Berikut ini adalah 5 langkah penting yang beliau sampaikan. Kelima poin berikut al-faqir dapatkan saat mengikuti kajian orang tua santri dengan beliau secara online.
Kelimat poin penting berasal dari beliau. Adapun penjelasannya ada yang berasal dari beliau, ada juga yang al-faqir kembangkan secara pribadi.
1. Niat yang Sungguh-Sungguh untuk Membayar Hutang
Segala sesuatu dimulai dari niat. Dalam Islam, niat memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya…" (HR. Bukhari dan Muslim).
Begitu pula dalam urusan hutang. Orang yang benar-benar berniat untuk membayar hutangnya akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Sebaliknya, orang yang tidak punya niat untuk membayar, meskipun mampu, maka tidak akan bisa membayar hutang.
2. Berbaik Sangka (Husnudzon) kepada Allah SWT
Setelah niat ditanamkan, langkah berikutnya adalah menumbuhkan keyakinan positif kepada Allah. Jangan pernah berpikir bahwa hidup akan selalu susah, bahwa hutang ini akan selamanya membelit. Itu adalah bisikan putus asa dari setan.
Yakinlah bahwa Allah Maha Penolong. Seberat apapun beban kita, jika kita yakin Allah akan menolong, maka pertolongan itu akan datang, dengan cara yang kadang tak terduga. Allah berfirman dalam QS. Ath-Thalaq ayat 2-3:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
Husnudzon adalah bahan bakar optimisme. Dalam menghadapi hutang, kita harus tetap tenang, berserah diri, dan yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berusaha dan bertawakal.
3. Serius dan Disiplin dalam Membayar Hutang
Seringkali seseorang menunda-nunda membayar hutang, padahal ia sudah mampu. Dalam Islam, ini adalah perbuatan zalim. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Menunda-nunda (pembayaran) hutang oleh orang yang mampu adalah kezaliman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika kita benar-benar ingin bebas dari hutang, maka kita harus serius dan disiplin. Setiap kali menerima penghasilan, sisihkan sebagian khusus untuk melunasi hutang. Kalau tidak bisa sekaligus, cicil dengan niat dan usaha maksimal.
Jangan gunakan uang untuk hal-hal yang tidak penting sebelum hutang dilunasi. Bahkan, jika perlu berhemat dan menahan keinginan pribadi sementara waktu, itu adalah bentuk tanggung jawab moral dan spiritual kita.
4. Mendekatkan Diri kepada Allah
Hutang bukan hanya masalah keuangan, tetapi juga ujian spiritual. Di sinilah pentingnya mendekatkan diri kepada Allah. Perbanyak shalat malam, dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan amalan-amalan lain yang bisa mengundang rahmat dan pertolongan-Nya.
Dalam banyak kisah para ulama dan orang saleh, keajaiban datang setelah mereka memperkuat hubungan dengan Allah. Ada yang tiba-tiba mendapatkan rezeki, bantuan dari orang tak terduga, atau solusi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Ingat, Allah lebih dekat daripada urat leher kita sendiri. Ketika kita meminta kepada-Nya dengan sepenuh hati, maka Dia akan menjawab:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)
5. Berdoa dengan Doa-Doa yang Diajarkan oleh Nabi
Terakhir, dan ini sangat penting: jangan lupa berdoa secara khusus agar Allah membebaskan kita dari hutang. Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan beberapa doa yang bisa diamalkan secara rutin.
Diantara doa-doa yang direkomendasi untuk dibaca oleh K.H Yasin Muthohhar diantaranya adalah sebagai berikut:
اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن، والعجز والكسل، والبخل والجبن، وضلع الدين وغلبة الرجال
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari lilitan hutang dan tekanan orang-orang.”
(HR. Bukhari)
Dan juga doa sbb:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahumma akfinii bihalalika 'an haramika, wa aghninii bifadhlik 'amman siwaak):
Artinya, "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal dari-Mu, jauhkan aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain-Mu"
Doa ini bisa dibaca setiap pagi dan sore. Selain itu, jangan ragu untuk berdoa dengan bahasa sendiri. Sampaikan keluh kesah kepada Allah, mohon jalan keluar, dan minta keteguhan hati untuk melunasi semua hutang.
Penutup
Hutang bisa menjadi beban berat jika tidak ditangani dengan serius. Namun, dengan niat yang lurus, usaha yang disiplin, doa yang khusyuk, dan keyakinan kepada Allah, kita bisa melewati ujian ini dan keluar sebagai pribadi yang lebih baik.
Nasihat K.H. Yasin Muthohhar ini mengajarkan bahwa penyelesaian hutang tidak hanya soal strategi keuangan, tetapi juga kekuatan spiritual dan hubungan dengan Allah.
Semoga kita semua dimudahkan untuk melunasi hutang, dijauhkan dari kesulitan, dan diberi kelapangan rezeki yang halal dan berkah. Aamiin.
Kota Ahlaqul Karimah,
30 September 2025
gambar : Pixabay

0 Response to "5 Cara Membebaskan Diri Dari Hutang"
Posting Komentar
Terima kasih berkenan memberikan komentar