Qishashul Anbiya' - Muqodimah - Arab dan Terjemah
وبدأ خلق الإنسان من طين، وجعل نسله من سلالة من ماء مهين،في قرار مكين، فجعله سميعاً بصيراً، بعد أن لم يكن شيئاً مذكوراً، وشرَّفه بالعلم والتّعليم، خلق بيده الكريمة آدم أبا البشر، وصوّر جثته، و نفخ فيه من روحه، وأسجد له ملائكته، وخلق منه زوجَه حواء أم البشر، فآنس بها وحدته، وأسكَنها جنّته، وأسبغ عليه نعمته، ثم أهبطها إلى الأرض لما سبق في ذلك من حكمة الحكيم، وبثّ منهما رجالاً كثيراً ونساء، وقسّمهم بقدره العظيم ملوكا ورعاة،
وفقراء وأغنياء، وأحراراً وعبيداً، وحرائر وإماءً، وأسكنهم أرجاء الأرض، طولها والعرض، وجعلهم خلائف فيها، يخلف البعض منهم البعض إلى يوم الحساب والعرض على العليم الحكيم، وسخّر لهم الأنهار من سائر الأقطار، تشقُّ الأقاليم إلى الأمطار، ما بين صغار وكبار، على مقدار الحاجات والأوتطار، وأنبع لهم العيون والأبار، وأرسل عليهم السحاب بالامطار، فأنبت لهم سائر صنوف الزروع والثّمار، واتاهم من كل ما سألوه بلسان حالهم وقالهم : ﴿وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ﴾ [إبراهيم: ٣٤]. فسبحان الكريم الغنيّ العظيم الحليم. وكان من أعظم نعمه عليهم، وإحسانه إليهم، بعد أن خلَقهم ورزقهم ويسّر لهم السبل وأنطقهم، أن أرسل رسله إليهم، وأنزل كتبه عليهم، مبيِّنة حلاله وحرامه، وأخباره وأحكامه، وتفصيل كل شيء في المبدأ والمعاد إلى يوم القيامة.
Dan Allah memulai penciptaan manusia dari tanah, lalu menjadikan keturunannya berasal dari sari pati air yang hina, dalam tempat yang kokoh. Maka Dia menjadikannya pendengar lagi melihat, setelah sebelumnya ia bukanlah sesuatu yang disebut-sebut. Lalu Allah memuliakannya dengan ilmu dan pengajaran. Dia menciptakan dengan tangan-Nya yang mulia, Adam, bapak manusia. Dia membentuk jasadnya, meniupkan ke dalamnya ruh dari-Nya, memerintahkan malaikat untuk bersujud kepadanya. Kemudian Dia ciptakan dari Adam, istrinya Hawa, ibu manusia, untuk menghilangkan kesendiriannya, menentramkan hidupnya, dan menambahkan nikmat-Nya kepadanya. Kemudian Allah menurunkan mereka ke bumi, sesuai dengan hikmah yang telah Dia tetapkan. Dari keduanya Allah menyebarkan banyak laki-laki dan perempuan. Dia membagi mereka dengan ketentuan-Nya yang agung: ada yang menjadi raja dan ada yang menjadi penggembala, ada yang miskin dan ada yang kaya, ada yang merdeka dan ada yang menjadi budak, ada yang wanita merdeka dan ada yang menjadi hamba sahaya. Allah menempatkan mereka di seluruh penjuru bumi, di panjang dan lebarnya, dan menjadikan mereka sebagai khalifah-khalifah di dalamnya, yang sebagian menggantikan sebagian lainnya hingga hari perhitungan dan hari dihadapkan kepada Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Allah menundukkan bagi mereka sungai-sungai dari berbagai negeri, yang mengalir membelah wilayah menjadi hujan, baik yang kecil maupun besar, sesuai kebutuhan dan hajat. Dia memancarkan untuk mereka mata air dan sumur, mengirimkan kepada mereka awan lalu menurunkan hujan. Lalu Dia menumbuhkan untuk mereka berbagai macam tanaman dan buah-buahan. Dia mendatangkan kepada mereka segala sesuatu yang mereka minta, baik dengan lisan ucapan maupun dengan keadaan mereka. Sebagaimana firman-Nya:
﴿وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ﴾
“Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur.” (QS. Ibrahim: 34).
Maka Mahasuci Allah, Yang Maha Mulia, Maha Kaya, Maha Agung lagi Maha Penyantun.
Dan di antara nikmat-Nya yang paling besar bagi mereka, serta bentuk kebaikan-Nya kepada mereka, setelah Ia
menciptakan mereka, memberi mereka rezeki, memudahkan jalan-jalan mereka, dan menjadikan mereka mampu berbicara, adalah bahwa Allah mengutus para rasul kepada mereka, menurunkan kitab-kitab kepada mereka, yang menjelaskan halal dan haram-Nya, berita-berita dan hukum-hukum-Nya, serta perincian segala sesuatu sejak permulaan hingga akhir, sampai hari kiamat.
فالسعيد من قابل الاخبار بتصديق وتسليم والاوامر والانقياد والنواهي بالتعظيم ففاز بالنعيم المقيم، وزحزح عن مقام المكذبين في الجحيم، ذات الزقوم والحميم والعذاب الأليم.
Orang yang beruntung adalah yang menerima dan membenarkan khobar yang dibawa oleh para rasul melalui kitab suci-Nya mengikuti segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya. Orang yang demikian inilah yang memperoleh keberuntungan dan kenikmatan yang sangat besar di dalam surga serta terhindar dari siksa dan azab yang pedih.
bersambung.......
0 Response to "Qishashul Anbiya' - Muqodimah - Arab dan Terjemah"
Posting Komentar
Terima kasih berkenan memberikan komentar